Monday, 1 November 2010

Helloo. disini gw akan kasih tentang Fotografi. Gw bikin Blog ini cuma iseng-iseng dan ada tugas dari sekolah jadi maaf kalo ada salah kata yeee ^_^


Teori pencahayaan
A. Apa yang kamu tau tentang pencahayaan??
Di dalam fotografi, pencahayaan (exposure) dapat dikatakan sebagai seni atau teknik untuk mencari keseimbangan antara seberapa besar jumlah cahaya (volume) yang melalui sebuah lensa dengan seberapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk mampu mengahsilkan gambar pada sebidang bahan peka cahaya (film) atau sensor digital yang terdapat di dalam kamera Dalam pemotretan, kekurangan cahaya disebut sebagai under exposure, sedangkan kelebihan cahaya disebut sebagai over exposure.
Under Exposure pas Over Exposure

b. Mencari keseimbangan
Sampai sekitar 1950-an masalah pencahayaan lebih bergantung pada pengalaman atau perhitungan (yang tidak begitu akurat) karena belum ada suatu alat untuk mengukur pencahayaan.alata yang disebut dengan light meter, kamu tidak perlu lagi menebak-nebak kombinasi dari bukaan diiagfragma dan kecepatan rana yang tepat untuk "mengisi" film kamu dengan cahaya. Ini adalah kondisi dan kapan kamu memakai pembukaan diagfragma

Kondisi

Diagfragma

Langit Cerah

f/16

Berawan

f/11

Langit putih

f/8

Objek di bawah bayangan

f/5,6



Efek-efek kecepatan rana dan diagfragma

A. Efek kecepatan rana terhadap hasil pemotratan
Ranan yang membuka dan menutup dala hitungan satu per sekian detik mempunyai pengaruh langsung terhadap efek gerak yang terekam diatas film
a. Kecepatan ran tinggi
kecepatan rana tinggi memungkinkan fotografer untuk mampu mengentikan pergerakan objek foto walaupun itu sepasangpesawat jet yang melintas dengan kecepatantidak kurang dari 800km/jam, kecepatan ran 1/8000 detik mampu menghentikan gerak kedua burung besi itu
b. Kecepatan rana rendah
Foto jalan di bawah ini menggunakan lensa 11mm pada f/22 ASA/ISO 100 selama 30
detik. Lampu-lampu mobil yang melintas akan membuat garis-garis cahaya yang searah dengan
lintasan mobil tersebut
B. Efek bukaan diagfragma terhadap hasil pemotretan
a.Ruang tajam/DoF (Depth of Field)
Diagfragma yang mengatur volume dari cahaya dari berpengaruh langsung terhadap daerah ketajaman gambar di depan dan di belakang objek foto daerah ketajaman gambar yang
terekam dan terlihat pada hasil foto dikenal dengan istilah ruang tajam/DoF (Depth of Field). di bawah ini, foto yang menajamkan tangan di depan dan mengaburkan orang yang di belakang

b.ketajaman gambar optimal
Bukaan diagfragma juga mempengaruhi ketajaman gambar yang dihasilkan. Foto yang diambil dengan diagfragma terbuka lebar umumnya tidak setajam foto dengan diagfrag
ma menengah (sekitar 2-3 stop dari maksumum). Namun, apabila kamu memperkecil bukaan diagfragma lebih lanjut, ketajaman gmabar bukaannya makin bertambah, melaikan justru akan menurun kembali

LAMPU KILAT
A. Jenis-jenis lampu kilat
a. Manual: Tipe lampu kilat yang paling sederhana. Lampu kilat ini menghimpun daya dari baterai dalam elektro kondesator (elko) untuk kemudian dilepaskan se
luruhnya dalam bentuk kilatan melalui flashtube (karena itu, setiap kali lampu kilat jenis ini melepaskan cahaya, ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengisi kembali tegangan listrik dalam elko). Di bawah ini adalah salah satu lampu kilat Manual.
Nikon SB-16
b. Semi auto: Disebut juga dengan Auto. Pengembangan dari lampu kilat manual dengan menepatkan sensor pemantau kilatan cahaya (thyristor) di bagian muka lampu kilat. Di bawah ini adalah lampu kilat Semi Auto.
Canon 580EX-II

c. TTL (Trought The Lens):
Lampu kilat jenis ini mengandalkan sensor internal kamera sebagai kendali pencahayaannya.Tentulah kamera yang dipakai haruslah kamera dengan kemampuan TTL untuk lampu kilatnya.Jenis ini lebih akurat karena cahaya lampu kilat yang terukur hanyalah cahaya yang masuk melalui lensa kamera yang bersangkutan. Di bawah ini adalah lampu kilat TTL.
Nikon SB-900

B. Teknik-teknik dasar
a. Direct flash
Teknik penggunaan lampu kilat paling dasar. Untuk penggunaan lampu kilat manual, penguasaan akan teori Guied Number (GN) adalah esensial untuk membuat foto dengan pencahayaan lampu kilat yang tepat. Di bawah ini adalah contoh foto menggunakan teknik Direct flash
b. Slow sync
Lengkapnya: Slow Synchronization. Atau dikenal sebagai sinkron lambat (dengan kecepatan rana rendah di bawah 1/30). Di bawah kiri adalah contoh foto menggunakan teknik Slow sync dan di bawah kanan adalah contoh foto yang tidak menggunakan teknik Slow sync












c. Bounce flash
Bounce Flash (lampu kilat pantul) adalah teknik pencahayaan lampu kilat tidak langsung (indirect flash)untuk mendaptkan hasil cahay yang lunak. Namun teknik in juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah bidang pantul yang dipakai tidak dapat berada terlalu jauh dari posisi
obejek. Di bawah ini adalah contoh foto menggunakan teknik Bounce flash
Mungkin cuma itu doang yang saya bisa kasih tau, mudah mudahan blog saya membuat kamu pintar, hehehehe ^_^

5 comments:

  1. mau kaya gimana juga,gua mana ngarti foto2an,wkwkwk

    ReplyDelete
  2. waduh, kok ane pusing ya? hehehehe
    sori kurang ngerti kamera kameraan, tapi ya lumayanlah buat pengetahuan

    ReplyDelete
  3. Kapan gue bisa kayak elo yak -,- keren kok keren Bi heheee

    ReplyDelete